Gelap malam ini tak indah seperti malam - malam biasanya, bintang di langit tak nampak karena tertutup awan hitam.
Sunyi dan sepi yang terasa. Seketika hilang saat secangkir kopi hadir menemani suasana malam ini.
Kopi hitam tawarkan kehangatan.
Menegukmu.
Mengecap ujung lidah antara pahit dan manis bercampur aduk tanpa batas antara keduanya seperti kehidupan ini tak lagi jelas antara baik dan buruk, antara benar dan salah.
Semua seolah tersamar, seperti pekatnya kopi ini yang tak lagi hangat seiring berjalannya waktu.
Tapi aroma kopi tetap menggoda ku hingga meneguknya walau tenggorokanku tersedak ampasnya.
Ampas kopi seperti rindu, mengendap iklas tanpa minta untuk di teguk.
Aku mencintai kopi karena paham benar pahit tak selalu menyiksa, dan manis tak selalu indah.
Malam hingga pagi, kurang terasa tanpa adanya secangkir kopi yang menemani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar