Malam ini hujan turun cukup besar, membasahi tubuhku... tapi tanpa mempedulikannya, tujuanku adalah secepatnya sampai ke kamar kost.
Kendaraan roda dua itu kulaju dengan kencang, tapi tetap berhati-hati. Ingin sekali merebahkan badan ini di ranjang, setelah seharian bekerja.
Hujanpun turun semakin deras, dingin, basah padahal sudah pake jas hujan namun tetap saja air menembus ke dalam, mungkin jas hujan ku yang mulai jelek... tapi tak kupedulikan.
Otakku hanya membayangkan semangkuk mie rebus, tak sabar rasanya ingin segera sampai ke kamar kost.
Yup, akhirnya sampai juga. Beres-beres, dilanjut membuat mie.
Inilah saat yang di tunggu-tunggu menikmati mie rebus dikala hujan, sungguh menyenangkan disaat perut yang lapar dan cuaca yang dingin (sambil nonton ftv tentunya)..:-)hee
Dan tak lupa sebatang rokok dan secangkir kopi hadir menemani. Hmm..menambah nikmatnya suasana malam ini.
Segala hal dalam kehidupan saya yang berkaitan secara langsung dengan kehidupan sekitar, tertuang dalam riwayat ini.
Jumat, 26 Februari 2016
Selasa, 23 Februari 2016
UJI NYALI
Aku rasa ini orang lagi uji nyali...hehe
Bukan ini lagi kerja kog.
Gimana coba kerja shif malam begini sendirian lagi kaya uji nyali kan.
Yang lain udah pada santai tapi ini orang masih kerja.. Kenapa coba ?? Soalnya belum target.
Bukannya gak mau bantuin sih tapi emang kerjanya harus dilakuin sendiri.
Terasa gak enak banget kan kalau di posisi dia sedangkan yang lain udah santai sampai mimin sendiri sempet nulis artikel ini. Gimana santainya coba.
Namanya juga kerja di PT yang ada target perjamnya, ya pasti tergantung kecepatan dari operatornya lah. Bukannya sombong ya mimin udah kelar, terus ngecengin temen yang masih kerja tapi ya sama aja capeknya. Kan kalo kerjanya buru2 kan kaya gak kasihan sama badan kan, cepet capek tapi ya enaknya gini bisa nyante di jam-jam akhir....shif malam soalnya (bebas dikit wajarlah), mandornya aja pada kemana hidungnya gak ada yang keliatan... Nongol2 ntar paling pas mau pulang.
Yaudah segitu aja ya laporannya...:-)
Bukan ini lagi kerja kog.
Gimana coba kerja shif malam begini sendirian lagi kaya uji nyali kan.
Yang lain udah pada santai tapi ini orang masih kerja.. Kenapa coba ?? Soalnya belum target.
Bukannya gak mau bantuin sih tapi emang kerjanya harus dilakuin sendiri.
Terasa gak enak banget kan kalau di posisi dia sedangkan yang lain udah santai sampai mimin sendiri sempet nulis artikel ini. Gimana santainya coba.
Namanya juga kerja di PT yang ada target perjamnya, ya pasti tergantung kecepatan dari operatornya lah. Bukannya sombong ya mimin udah kelar, terus ngecengin temen yang masih kerja tapi ya sama aja capeknya. Kan kalo kerjanya buru2 kan kaya gak kasihan sama badan kan, cepet capek tapi ya enaknya gini bisa nyante di jam-jam akhir....shif malam soalnya (bebas dikit wajarlah), mandornya aja pada kemana hidungnya gak ada yang keliatan... Nongol2 ntar paling pas mau pulang.
Yaudah segitu aja ya laporannya...:-)
Senin, 22 Februari 2016
PAGI DUNIA
Sama seperti hari-hari biasanya, aku bangun pagi-pagi sekali. Menemani embun menanti kedatangan mentari pagi.
Hm. . . . mentari pagi emang sangat menyenangkan untuk di tunggu.
Burung berkicau bangga, mengajak kita terhimpun didalam kegembiraannya.
Hari demi hari, baik buruknya sudah berlalu.
Hari ini yaitu waktu untuk memandang langit biru yang cerah.
Selamat pagi dunia.
Semoga hari ini dan selamanya menyenangkan.
Hm. . . . mentari pagi emang sangat menyenangkan untuk di tunggu.
Burung berkicau bangga, mengajak kita terhimpun didalam kegembiraannya.
Hari demi hari, baik buruknya sudah berlalu.
Hari ini yaitu waktu untuk memandang langit biru yang cerah.
Selamat pagi dunia.
Semoga hari ini dan selamanya menyenangkan.
Minggu, 21 Februari 2016
Malam dan Secangkir kopi
Gelap malam ini tak indah seperti malam - malam biasanya, bintang di langit tak nampak karena tertutup awan hitam.
Sunyi dan sepi yang terasa. Seketika hilang saat secangkir kopi hadir menemani suasana malam ini.
Kopi hitam tawarkan kehangatan.
Menegukmu.
Mengecap ujung lidah antara pahit dan manis bercampur aduk tanpa batas antara keduanya seperti kehidupan ini tak lagi jelas antara baik dan buruk, antara benar dan salah.
Semua seolah tersamar, seperti pekatnya kopi ini yang tak lagi hangat seiring berjalannya waktu.
Tapi aroma kopi tetap menggoda ku hingga meneguknya walau tenggorokanku tersedak ampasnya.
Ampas kopi seperti rindu, mengendap iklas tanpa minta untuk di teguk.
Aku mencintai kopi karena paham benar pahit tak selalu menyiksa, dan manis tak selalu indah.
Malam hingga pagi, kurang terasa tanpa adanya secangkir kopi yang menemani.
Sunyi dan sepi yang terasa. Seketika hilang saat secangkir kopi hadir menemani suasana malam ini.
Kopi hitam tawarkan kehangatan.
Menegukmu.
Mengecap ujung lidah antara pahit dan manis bercampur aduk tanpa batas antara keduanya seperti kehidupan ini tak lagi jelas antara baik dan buruk, antara benar dan salah.
Semua seolah tersamar, seperti pekatnya kopi ini yang tak lagi hangat seiring berjalannya waktu.
Tapi aroma kopi tetap menggoda ku hingga meneguknya walau tenggorokanku tersedak ampasnya.
Ampas kopi seperti rindu, mengendap iklas tanpa minta untuk di teguk.
Aku mencintai kopi karena paham benar pahit tak selalu menyiksa, dan manis tak selalu indah.
Malam hingga pagi, kurang terasa tanpa adanya secangkir kopi yang menemani.
Langganan:
Postingan (Atom)


