Laman

Senin, 28 Desember 2015

Tentang Perspektif

Apa kabar kampung halaman...
Tau gak kemarin pas mudik alhamdulillah lancar. Aku gak ngantuk loch tumben perjalanan jauh, mungkin karena ada bidadari kecil di belakang.

Aku bener-bener senang mudik sama dia, dia lucu, ngegemesin. Gak tau kenapa setelah sampe di kampung keinget dia mulu. Rasanya kangen, pengen berada di sampingnya terus.

Mungkinkah ini rasa yang dulu aku pendam dalam-dalam malah muncul kembali. Bagaikan benih yang di tanam kini tumbuh menjadi tanaman.
Tanaman ini jika dirawat dan di siram maka akan tumbuh besar dan tumbuh dengan kuat karena di tanam dalam-dalam sehingga tidak mudah untuk di cabut, tidak mudah tumbang jika terkena badai karena akarnya panjang dan kuat.

Tapi bagai mana dengan perspektifku yang dulu dengan jangan ada hubungan dengan adik teman sendiri.

Apa dunia ini memang begitu sempit ya..??
Apa perspektifku bakalan aku langgar..??
Adduh apa salah tentang perspektifku itu..??
Kenapa aku jadi tidak punya pendirian gini, mudah goyah y..??

Tapi aku kepengen jujur..
Aku akui aku sayang dia, sayang banget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar